Hotline: 0813-9147-9048

Sejarah Outbound

Sejarah outbound menurut berbagai sumber sejarah pada awal berdirinya bernama Outward Bound yang dimulai pada tahun 1941, Ketika itu, seorang ahli pendidikan berkebangsaan Jerman bernama Kurt Hann yang mendapat tawaran pekerjaan dari Lawrence Holt – Seorang Pengusaha Kapal Niaga.

Holt punya masalah, yaitu kinerja antarawak kapalnya rendah sekali, terutama soal kerja sama antar tim. Akhirnya, Kurt Hann menerima tawaran itu, untuk mengatasi persoalan tadi, ia mengadaptasi suatu konsep.

Dalam konsep ini, Hann mengembangkan sebuah training management di alam terbuka bagi para awak kapal sebagai medium mereka untuk belajar mematangkan diri dan mengenal lebih dalam tentang potensi diri mereka masing-masing, melalui sekolah Outward Bound, dengan bantuan Lawrence Holt maka didirikan sebuah sekolah Outward Bound di Aberdovey, Wales pada tahun 1941 yang bertujuan untuk melatih fisik mental terutama para pelaut muda.

Selanjutnya Sekolah atau pelatihan yang ia ciptakan ini bertujuan untuk melatih fisik dan mental para pelaut muda guna menghadapi ganasnya pelayaran di lautan Atlantik pada masa itu, ini dikarenakan Inggris ikut terlibat dalam Perang Dunia II. Inilah kaitannya kegiatan outward bound atau outbound dengan dunia perkapalan atau kelautan.

Kegiatan outbound pada awalnya ini dipakai untuk kegiatan mendaki gunung dan petualangan di laut sebagai media pelatihannya. Dr. Kurt Hahn menganggap bahwa kegiatan berpetualang bukan merupakan kegiatan main-main melainkan sebagai wahana berlatih anak – anak muda untuk ajang menuju kedewasaan.

Dengan menggunakan metode, media dan pendekatan yang dilakukan oleh sekolah Outward Bound, banyak ahli pendidikan yang mengklasifikasikan bentuk pelatihan yang diajarkan Dr. Hahn sebagai Adventure Education atau Experiental Learning (EL). Setelah berakhirnya Perang Dunia II, metode pelatihan ini berkembang pesat dan mulai ditiru di banyak tempat bahkan sampai keluar wilayah Eropa.

Metode Training Outbound di alam terbuka yang dikembangkan Hahn berfungsi sebagai katalis, sebagai medium perubahan dan membantu setiap peserta untuk lebih dapat mengenal kelemahan dan kelebihan masing-masing individu. Metode management Outbound tersebut kemudian dikenal dengan outward bound dan kemudian menjalar ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Outbound adalah suatu bentuk dari pembelajaran segala ilmu terapan yang disimulasikan dan dilakukan di alam terbuka atau tertutup dengan bentuk permainan yang efektif, yang menggabungkan antara intelegensia, fisik, dan mental.

Tujuan Outbound

  • Teambuilding

Team building adalah bentuk dari peningkatan hubungan kerjasama, solid, sinergi dan kekompakan tim atau kelompok.

  • Teamwork

Team work adalah suatu bentuk kerjasama tim untuk mencapai tujuan bersama

  • Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses & tata cara menyampaikan informasi yang tepat kepada seseorang maupun kelompok.

  • Leadership

Leadership adalah kekuatan proses dalam mempengaruhi seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

  • Konsentrasi

Kosentrasi adalah proses peningkatan daya fokus dan daya ingat fikiran seseorang terhadap sesuatu.

  • Kreatifvitas

Kretivitas adalah suatu proses peningkatan suatu daya cipta atau ide baru untuk dikembangkan.

  • Strategi Planning

Strategi planning adalah suatu perencanaan dari segi manajemen untuk mencapai sasaran atau tujuan.

  • Analisis

Analisis adalah kemampuan untuk menelaah dan menyelidiki sesuatu sehingga mudah dipahami dan dipecahakan.

  • Convidence

Covidence adalah peningkatan percaya diri terhadap kemampuan yang di milikinya.

Macam-macam outbound

Berdasarkan pemainnya outbound :

  • Outbound Anak/Kids

Outbound anak adalah suatu kegiatan outbound yang dilakukan oleh anak-anak yang berumur berkisar antara umur 5 tahun keatas sampai umur 15 tahun. Biasanya outbound anak bertujuan mengembangkan kepercayaan diri, keberanian, dan daya kreatifitas.

  • Outbound Dewasa/adult

Outbound dewasa adalah suatu kegiatan outbound yang di lakukan oleh seseorang berumur lebih dari tujuh belas tahun keatas. Juga beragam permainan yang memacu jantung atau adrenalin seperti arum jeram, art rope dan lain lain.

Berdasarkan jenis game outbound:

  • Outbound Soft Skill

Outbound soft skill adalah kegiatan outbound yang dilakukan untuk pengembangan personal dan interpersonal, biasanya berupa kemampuan (bakat)atau keterampilan. Permainan outbound soft skill ini dirancang sedemikian rupa sehingga tidak memerlukan fisik yang berlebih untuk melakukannya.

  • Outbound Hard Skill

Outbound hard skill adalah kegiatan outbound yang dilakukan untuk keterampilan teknis atau penguasaan bidang sesorang sehingga mudah dilakukan dan diterapkan. Biasanya outbound di fokuskan untuk keterampilan seseorang sehingga diperlukan kecepatan dan ketepatan.

Metode Pembelajaran Outbound

Metode pembelajaran outbound adalah permainan sebagai bentuk penyampaiannya. Dalam permainan skill, individu tidak hanya ditantang berpikir cerdas namun juga memiliki kepekaan sosial. Dalam outbound peserta akan lebih banyak dituntut mengembangkan kemampuan ESQ (Emotional and Spiritual Quotient) nya, disamping IQ (Intellegent Quotient). Metode outbound training memungkinkan peserta dalam aktivitasnya melakukan sentuhan-sentuhan fisik dengan latar alam yang terbuka sehingga diharapkan melahirkan kemampuan dan watak serta visi kepemimpinan yang mengandung nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, toleransi, kepekaan yang mendalam, kecerdasan serta rasa kebersamaan dalam membangun hubungan antar manusia yang serasi dan dinamis.

Manfaat Outbound

  1. Membuka pikiran ( Open Mind )
  2. Transfer sikap mental, ilmu, praktek, dan kemampuan
  3. Meningkatkan ketahanan fisik dan mental
  4. Sarana untuk mengeksplorasi diri
  5. Sarana untuk introspeksi dan kontemplasi diri
  6. Mengasah kecerdasan IES dan menyelaraskan keseimbangan IES (Intelektual, emosi, dan spiritual)
  7. Pembentukan karakter ( Character Building )
  8. Pengembangan Sumber Daya Manusia ( People development )
  9. Pengembangan diri ( Self Development )
  10. Proses Pengenalan diri
  11. Mengenal Tuhan dan Ciptaannya dengan meningkatkan ketakwaan dan keimanan
  12. Sarana penyegaran emosi
  13. Penyelesaian masalah individu dan kelembagaan
  14. Keharmonisan dan kebahagiaan rumah tangga
  15. Menjadi sukses dan bahagia
Close Menu